Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


7 Warga Jambi Menghilang Setelah Masuk Gafatar

Sejumlah warga eks Gafatar berjalan membawa tas di pemukiman mereka di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, 19 Januari 2016. Antara/Jessica Helena Wuysang
Sejumlah warga eks Gafatar berjalan membawa tas di pemukiman mereka di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, 19 Januari 2016. Antara/Jessica Helena Wuysang
Jambipos Online, Jambi-Warga Provinsi Jambi yang dinyatakan hilang setelah masuk organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bertambah menjadi tujuh orang.

Yang terakhir, tiga warga Desa Bukti Murau, Kecamatan Singkut, Sarolangun, Jambi sudah dua bulan dinyatakan hilang setelah masuk Gafatar.

Warga Sarolangun yang hilang tersebut diidentifikasi sebagai pasangan suami–isteri Bambang Hadi Saputra (30) dan Rikayah alias Wirda (25) dan anak laki-laki mereka. Sebelumnya empat orang warga Kabupaten Muarojambi yang merupakan pasangan suami–isteri juga dinyatakan hilang setelah masuk Gafatar.

Jumiatun (40), kakak kandung Rikayah kepada wartawan di Sarolangun, Selasa (19/1) menjelaskan, Bambang dan Rikayah sudah hampir satu tahun bergabung dengan Gafatar di Sarolangun. Selama bergabung dengan Gafatar, Bambang dan Rikayah banyak terlibat melakukan kegiatan sosial dan budaya.

Namun selama dua bulan terakhir, Bambang dan Rikayah bersama seorang anak mereka tidak diketahui keberadaannya.

“Selama bergabung dengan Gafatar, Bambang dan Rikayah sangat tertutup terhadap keluarga. Penasaran dengan perubahan sikap keluarga adik saya, saya pun mencari informasi tentang Gafatar di internet. Ternyata organisasi tersebut sudah dilarang pemerintah. Ketika saya mendatangi rumah adik saya, mereka sudah menghilang. Saya menemukan brosur Gafatar di rumah mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Selasa (19/1) menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan hilangnya 13 orang warga Jambi. Namun laporan mengenai orang hilang tersebut masih diselidiki.

“Belum bisa dipastikan apakah semua orang hilang yang dilaporkan kepada polisi di Jambi bergabung dengan Gafatar. Namun sebanyak tujuh orang hilang tersebut dipastikan masuk Gafatar berdasarkan laporan keluarga dan hasil penyelidikan,” katanya. (SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar